Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini pemasaran dalam bidang produk sangat begitu ketat, terutama dalam

memikat konsumen. Setiap pemasaran produk akan melakukan langkah-langkah guna

memenangkan suatu persaingan dalam merebut minat konsumen. Sementara itu

perilaku dan minat konsumen pada akhir-akhir ini juga menunjukan adanya

perubahan yang begitu besar, masyarakat semakin keritis dalam memilih dan

membeli produk-produk yang dibutuhkan. Oleh kerena itu kemungkinan besar akan

ditemui adanya situasi-situasi yang tidak begitu baik. Situasi itu menjadikan

perusahaan atau produsen harus menyingkapinya, serta berhati-hati dalam membuat

produk (As’ad, 1997).

Persaingan global menuntut setiap perusahaan untuk dapat meningkatkan

kualitas produk yang nantinya akan menunjang terwujudnya kepuasan konsumen atau

pelanggan (customer satisfaction). Dalam menjalankan aktivitas bisnis dan kegiatan

usahanya, umumnya yang harus diperhatikan perusahaan dengan orientasi pelanggan

atau customer orientation, menyangkut apa yang harus dipuaskan perusahaan

terhadap pelanggannya. Dengan lebih memperhatikan aspek tersebut tentunya tujuan

yang ingin dicapai perusahaan akan dapat terwujud.

Kotler (2000) mengemukakan bahwa kepuasan konsumen merupakan

perasaan senang atau kecewa yang berasal dari perbandingan antara kesannya

terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapan-harapan. Kepuasan juga dapat
diartikan sebagai suatu dorongan perasaan yang membuat konsumen bertindak untuk

melakukan pembelian yang bergantung pada relatif kerja produk terhadap konsumen.

Kepuasan konsumen dibentuk oleh adanya pelayanan, keamanan, kredibilitas,

identitas visual yang menarik di benak konsumen. Adanya gambaran konsumen

mengenai suatu produk akan menggambarkan kualitas produk tersebut di mata

konsumen.

Kenyataan di atas amat berpengaruh terhadap suatu proses dalam industri,

termasuk didalam proses pemasaran. Proses pemasaran sebenarnya dimulai jauh

sebelum barang-barang diproduksi. Keputusan-keputusan dalam pemasaran harus

dibuat untuk menentukan produk dan pasca pasarnya, harga dan promosinya.

Pembuatan jenis produk, pengemasan dan pemberian lebel, merupakan hal yang sejak

awal proses perlu diperhatikan (Swasta, 2000). Sedangkan menurut Stanton (1996)

mendefinisikan pemasaran sebagai suatu system total dari kegiatan bisnis yang

dirancang untuk merencanakan, menentukan, mempromosikan, serta

mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan, keinginan konsumen saat

ini maupun konsumen potensial. Pengertian pemasaran tersebut berkaitan erat dengan

istilah pasar. Sedangkan pasar itu sendiri menurut Stanton (1996), mendefinisikan

pasar sebagai orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan

kemauan untuk membelanjakannya. Jadi ada 3 ( tiga ) faktor yang harus di perhatikan

dalam permintaan pasar untuk produk atau jasa yaitu orang dengan minat untuk

membeli, daya beli serta perilaku dalam pembelian merk. Salah satu permasalahan

yang timbul dalam proses pemasaran ini adalah kurang lakunya di pasaran suatu

produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Hal ini mungkin disebabkan oleh
banyaknya saingan atau munculnya produk sejenis dari perusahaan lain. Mungkin

juga disebabkan oleh kurangnya perhatian perusahaan terhadap proses pemasaran.

Keadaan seperti ini tentu saja menuntut para manager perusahaan untuk selalu

memperbaharui pengenalan dan pemahaman terhadap konsumen sehingga para

produsen dapat mengatasi masalah-masalah yang akan dihadapi.

Masalah penting dalam mempelajari perilaku konsumen adalah bagaimana cara

menciptakan suatu hasil produksi yang dapat memenuhi selera konsumen secara

maksimal untuk itu para pemasar memonitor hasil produksinya, sanggup memenuhi

selera konsumen dan selanjutnya mampu menarik minat membeli konsumen.

Sedangkan Susanto (1977) mengatakan bahwa individu yang mempunyai minat

membeli menunjukan adanya perhatian dan rasa senang terhadap barang tersebut.

Keputusan seseorang untuk membeli dipengaruhi karakteristik pribadi seperti

usia pembeli dan tahap siklus, pekerjaan, kondisi ekonomi dan konsep diri. Oleh

karena itu perusahaan, penghasil barang, penjual barang dapat mempelajari hal yang

berhubungan dengan konsumen seperti kebiasaan membeli (Soehadi, 1987). Dalam

upaya memenuhi selera konsumen dan menarik perhatian konsumen agar tertuju pada

produk yang dihasilkan dan selanjutnya membangkitkan minat konsumen untuk

membeli produk tersebut. Beberapa usaha telah dilakukan produsen, dengan adanya

ketertarikan konsumen terhadap kemasan diharapkan timbul minat untuk membeli.

Stanton (1996) berpendapat bahwa salah satu dari atribut- atribut produk yang

banyak diciptakan untuk menarik konsumen adalah kemasan, kemasan mempunyai

peran dan fungsi sebagai pelindung produk, maupun daya tarik bagi konsumen serta

sebagai pembeda produk.

Kemasan yang berkualitas bagus akan menciptakan kenyamanan dan

ketertarikan konsumen juga merupakan tambahan, membantu dalam penjualan. Di

samping ketertarikan konsumen terhadap kemasan, persepsi terhadap kualitas produk

merupakan hal yang ikut pula berpengaruh terhadap hasil atau taktiknya suatu

stretegi pemasaran dalam meraih minat membeli. Pengetahuan mengenai perilaku

konsumen ini sangat menunjang perusahaan untuk menciptakan persepsi yang baik

terhadap produk sehingga timbul minat konsumen untuk membeli. Faktor kualitas

dianggap memegang peranan yang sangat penting dalam pengambilan keputusan

pembelian oleh konsumen. Maka hal yang perlu diperhatikan adalah faktor-faktor apa

saja yang biasa dianggap sebagai acuan oleh konsumen dalam menilai kualitas suatu

produk. Menurut Assasuri (1998) bahwa faktor-faktor yang terdapat dalam suatu

barang atau hasil adalah sifat yang dimiliki oleh barang tersebut, seperti

komposisinya, kekuatannya, wujudnya, kenyamanan pemakaian, daya guna, dan

sebagainya. Kriteria-kriteria ini juga mempengaruhi persepsi konsumen terhadap

produk yang akan mereka beli, sehingga konsumen dapat mempersepsi produk yang

akan dibelinya.

Durianto, dkk (Setyawati, 2002) mengemukakan bahwa persepsi terhadap

kualitas keseluruhan terhadap suatu produk dapat menentukan nilai dari produk dan

berpengaruh secara langsung kepada keputusan pembelian konsumen. Persepsi

kualitas yang positif akan mendorong keputusan terhadap pembelian produk tersebut.

Karena persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen, maka dapat di ramalkan jika

persepsi kualitas konsumen negatif, produk tidak akan disukai serta kecenderungan
untuk membeli dapat berkurang sebaliknya. Jika persepsi kualitas konsumen positif

maka produk akan disukai dan kecenderungan untuk membeli ada. Persepsi terhadasp

kualitas produk tidak dapat ditentukan secara obyektif karena persepsi kualitas

merupakan persepsi dari konsumen, persepsi konsumen akan melibatkan apa yang

penting bagi konsumen, karena setiap konsumen memiliki kepentingan yang berbeda-

beda terhadap suatu produk.

Berdasarkan beberapa uraian di atas sekiranya tampak bahwa kualitas produk

tercipta mana kala tingkat ketertarikan terhadap kemasan dan persepsi terhadap

kualitas produk dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dari uraian diatas

dapat dirumuskan pertanyaan, penelitian, apakah ada hubungan antara persepsi

terhadap kualitas produk dengan kepuasan konsumen. Untuk menjawab kesimpulan

tersebut maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul : “Hubungan Antara

Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen ”.




B. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas maka penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui:
File Selengkapnya.....

Tag Favorit :

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen

Belum ada Komentar untuk "Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Produk Dengan Kepuasan Konsumen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel