Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009

ABSTRAK

Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di

Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009



Keripik balado merupakan salah satu makanan jajanan yang banyak beredar di

masyarakat, dikenal juga dengan nama keripik sambal atau keripik pedas. Harganya

yang relatif murah, rasanya yang gurih dan warna yang menarik membuat makanan

ini banyak peminatnya, mulai dari anak- anak sampai orang dewasa. Industri

kecil/industri rumah tangga sebagai produsen berusaha menampilkan makanan agar menarik

baik dari segi warna, aroma, dan rasa. Untuk menekan biaya produksi maka produsen menggunakan

zat pewarna sintetis dalam proses produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui

kandungan zat pewarna pada keripik balado yang diproduksi di Kecamatan

Payakumbuh Barat.

Penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif yaitu untuk mengetahui

kandungan zat pewarna pada keripik balado yang diproduksi di Kecamatan

Payakumbuh Barat. Sampel ditentukan secara total sampling artinya seluruh keripik

balado yang diproduksi di Kecamatan Payakumbuh Barat merupkan sampel dalam

penelitian ini. Sampel diperoleh dengan mengambil langsung ke pabrik dengan dua

kali pengambilan, dimana semua sampel yang diperoleh pada hari pertama diambil

kembali pada hari yang kedua. Analisis kandungan zat pewarna dilakukan dengan uji

kualitatif yaitu dengan metode reaksi kimia dan metode kromatografi dan uji

kuantitatif yaitu dengan metode gravimetri di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah,

Provinsi Sumatera Utara.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa s eluruh keripik balado yang diproduksi

di Kecamatan Payakumbuh Barat menggunakan zat pewarna sintetis dalam proses

produksinya yang meliputi Amaran 50%, Red 2G 30%, Red 6B 10% dan Ponceau SX

10%. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 4 Tahun 2006 Amaran dan

Ponceau SX merupakan bahan berbahaya sehingga tidak boleh digunakan pada bahan

pangan. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada Dinas Kesehatan Kota

Payakumbuh agar memberikan pembinaan kepada produsen keripik balado di

Kecamatan Payakumbuh Barat.
File Selengkapnya.....

Tag Favorit :

Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009 adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009 Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009 Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009 Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009

Belum ada Komentar untuk "Analisa Penggunaan Zat Warna Pada Keripik Balado Yang Diproduksi Di Kecamatan Payakumbuh Barat Tahun 2009"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel