Persepsi Penderita Patah Tulang Terhadap Pengobatan Pada Dukun Patah Tawar Kem-Kem Di Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan Tahun 2006
Walaupun pelayanan kesehatan modem telah berkembang di Indonesia,
namun jumlah masyarakat yang memanfaatkan pengobatan tradisionaI seperti patah
tulang tetap tinggi. Sebanyak 31,7 % masyarakat Indonesia menggunakan obat
tradisionaIk dan9,8 % mencari pengobatan dengan cara tradisional untuk mengatasi
masalah keshatannya. Bahkan ada kecendrungan meningkat minat masyarakat
terhadpa pengobatan tradisinalbaik yang asli Indonesia maupun yang berasal dariluar
Indonesia di Kota Medan adalah dukun patah Tawar Kem-kem, dengan rata rata
pasien 30 orang perbulan.
Penelitian bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif dengan tujuan
mengetahui garnbaran persepsi -pasien tentang Pengobatan TradisionaI Patah Tulang
tawar Kem-kem di Kota Medan.
Hasil penelitian, terdapat 40,0 % responden berumur 21-30 tahun , jenis
kelamin, laki laki sebesar 63,3 %, tingkat pendidikan Akademi/Perguruan Tinggi
sebesar 43,3 %, bekerja sebagai pedagang/wiraswasta sebesar 33,3 %, tingkat
pendapatan antara Rp. 500.001 - 1000.000 sebesar 40.0% suku Batak sebesar 53,3
%, serta menderita patah tulang pada kaki kanan, yaitu sebesar 36, 7 %.
Pengobatan tradisional Tawar Kem-kem memenuhi keinginan terhadap
pengobatan penyakit yang diderita pasien dengan alasan pengobatannya manjur, serta
sebagian lagi menyatakan karena biaya murah. Responden mempunyai pengetahuan
tentang kesembuhan penyakit dan tanda tanda kesembuhan apabila berobat ke Tawar
Kem-kem. Umumnya responden mengetahui adanya kesesuaian obat yang digunakan
dengan penyakit. Jenis obat yang digunakan adalah teknik kusuk atau urut,
Umumnya responden mengetahui manfaat rarnuan tradisional yang digunakan untuk
mengobati patah tulang. Dukun patah Tawar Kem-kem menjelaskan manfaat obat
yang digunakan terutama tentang cara penggunaan obat.
Tidak ada larangan dari aspek sosial budaya dalarn pemanfatan pelayanan
pengobatan tradisional Tawar Kem-kem, dengan demikian menambah keyakinan
penderita patah tulang untuk mendapatkah kesembuhan.
Perlunya pendekatan dari pihak pengelola pengobatan tradisional kepada
suku-suku lain supaya tertarik berobat kepengobatan dukun patah Tawar Kem-kem,
perlu penelitian lanjut tentang persepsi masyarakat tentang pengobatan tradisional
patah tulang, dengan variabel dan fokus penelitian lain, seperti jenis dan metode
pengobatan yang dilakukan.
Tag Favorit :
Persepsi Penderita Patah Tulang Terhadap Pengobatan Pada Dukun Patah Tawar Kem-Kem Di Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan Tahun 2006 adalah yang barusan kamu baca.
PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA,
+GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI
,

Belum ada Komentar untuk "Persepsi Penderita Patah Tulang Terhadap Pengobatan Pada Dukun Patah Tawar Kem-Kem Di Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan Tahun 2006"
Posting Komentar