413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang


SARI

Kesehatan kerja merupakan merupakan salah satu bidang kesehatan mayarakat memfokuskan perhatian pada masyarakat pekerja baik yang ada di sektor formal maupun yang berada pada sektor informal. Tenaga kerja merupakan faktor strategis dalam mendukung melesatnya perkembangan industri dan usaha serta pembangunan secara menyeluruh. Setiap pekerjaan merupakan beban bagi pelakunya Berat beban yang diangkat serta frekuensi mengangkat yang sering dapat mempengaruhi kesehatan pekerja berupa kecelakaan kerja / timbulnya penyakit akibat kerja. Salah satu penyakit yang timbul dari proses kerja mengangkat adalah timbulnya rasa nyeri pada bagian pinggang akibat penekanan beban pada tubuh terutama tubuh bagian belakang. Penelitian ini mengungkap tentang permasalahan tentang hubungan beban kerja dengan nyeri pinggang pada buruh angkut di stasiun kereta api di Semarang.

Jenis penelitian ini adalah bersifat Eksplanatory research (penelitian penjelasan). Dalam penelitian ini digunakan metode survei, yaitu survei yang bersifat analitik karena penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 orang, dengan jumlah sampel 20 orang,dimana pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sample.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara berat beban dengan nyeri pinggang dimana dengan α = 0,05 di dapatkan nilai p = 0,027 (p <0,05). Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi angkat dengan nyeri pinggang dimana dengan α = 0,05 di dapatkan nilai p = 0,023 (p < 0,05). Tidak ada hubungan antara jarak angkut dengan keluhan nyeri pinggang dimana α = 0,05 didapatkan nilai p = 0,098 (p > 0,05).

Saran yaitu bagi tenaga kerja sebaiknya dalam mengangkat beban menggunakan alat bantu bila bertanya dalam kategori berat, dan menggunakan tehnik atau cara yang benar dalam mengangkat beban. Dan sebaiknya para buruh angkut mengurangi frekuensi dalam mengangkat beban. Sedangkan untuk perusahaan sebaiknya membuat pembagian kerja dan shift kerja bagi buruh angkut tersebut.
File Selengkapnya.....

Tag Favorit :

413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang 413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang 413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang 413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang

Belum ada Komentar untuk "413. Hubungan Antara Berat Beban, Frekuensi Angkat Dan Jarak Angkut Dengan Keluhan Nyeri Pinggang Pada Buruh Angkut Di Stasiun Tawang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel