469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru


SARI

Di antara gangguan akibat lingkungan kerja debu merupakan salah satu sumber gangguan yang tak dapat di abaikan. Dalam kondisi tertentu, debu dapat menyebabkan pengurangan kenyamanan kerja, gangguan penglihatan, gangguan fungsi faal paru, bahkan dapat meninbulkan keracunana umum. Bila debu terinhalasi selama bekerja dan terus menerus dapat menyebabakan kerusakan dan fibrosis paru. Fibrosis paru mengakibatkan berkurangnya elastisitas dalam menampung udara dan kemampuan mengikat O2 sehingga kapasitas fungsi paru mengalami penurunan. Permasalan dalam penelitian ini ada 2 yaitu (1) Apakah ada hubungan antara masa kerja dengan Kapasitas fungsi paru (2) Apakah ada hubungan antara pemakaian alat pelindung diri (masker) dengan Kapasitas fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dengan Kapasitas fungsi paru dan mengetahui hubungan antara pemakaian alat pelindung diri (masker) dengan Kapasitas fungsi paru.

Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan metode survai dan pendekatan crossectinal. Populasi dalam penelitian berjumlah 70 tenaga kerja. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sample. Sample dalam penelitian berjumlah 27 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah menngunakan kuesioner, timbangan berat badan, microtaise, dan spirometri. Data primer di peroleh dengan cara wawancara dengan mengunakan kuesioner dan observasi tentang pemakaian masker. Data sekunder di peroleh gambaran umum perusahaan, jumlah tenaga kerja dan proses produksi. Data yang di peroleh di olah dengan menggunakan statistik uji Chi- Square dengan derajat kemaknaan (α) 0.05

Dari hasil penelitian di tunjukan adanya variasi masa kerja, pemakain alat pelindung diri (masker) dan kapasitas vital paru pada tenaga kerja bagian pengamplasan PT Accent House Pecangaan Jepara. Dari uji statistik di peroleh p value untuk hubungan masa kerja dengan gangguan kapasitas vital paru sebesar 0.001 dengan koefisien kontingensi 0,523 dan p value untuk hubungan antara pemakaian alat pelindung diri (masker) dengan gagguan fungsi paru sebesar 0.000 dengan koefisien kontingensi0,679.

Berdasakan hasil dari penelitian ini di sarankan Bagi tenaga kerja yang belum memakai alat pelindung pernafasan (masker) sebaiknya memakai sebagai tahap pencegahan timbulnya penyakit akibat kerja. Perusahaan sebaiknya menyediakan lagi alat pelindung diri khususnya masker dan harus melakukan pengawasan mengenai kepatuhan tenaga kerja dalam pemakaian masker. Perlu adanya penelitian lebih lanjut, dengan variabel yang berbeda sehinga dapat mengetahui faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kapasitas fungsi paru.
File Selengkapnya.....

Tag Favorit :

469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru 469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru 469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru 469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru

Belum ada Komentar untuk "469. Hubungan Antara Masa Kerja, Pemakaian Alat Pelindung Pernafasan (Masker) Pada Tenaga Kerja Bagian Pengamplasan Dengan Kapasitas Fungsi Paru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel