244. Penerapan Teknik Simulasi Sebagai Motivasi Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Problem Anak, Studi Kasus Di SMK PGRI Turen Malang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berbicara mengenai pendidikan agama Islam sangatlah pelik rasanya yang terjadi sekarang ini. Dimana pendidikan merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan dengan yang lain dan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan manusia lahir dan batin. Dengan kata lain, agama merupakan seperangkat aktivitas manusia dan sejumlah bentuk fenomena sosial yang sangat penting artinya bagi kehidupan manusia. Emile Durkhein menyatakan bahwa agama merupakan sumber budaya yang sangat tinggi. Pada masa permulaan Islam, pelajar agama diberikan di rumah-rumah, Rasullah sendiri menggunakan rumah Arqam bin Abi Arqam sebagai tempat pertemuan dengan para sahabat dan pengikut-pengikut beliau kaum muslimin. Beliau mengajarkan kaidah-kaidah Islam dan membacakan ayat-ayat al- Qur’an. Selain itu beliau mengadakan pula pertemuan–pertemuan di rumah beliau di mekkah, dimana kaum muslimin berkumpul untuk belajar dan membersihkan akidah mereka1 Tujuan hidup manusia ibarat orang berpergian, sebelum melangkah haruslah terlebih dahulu mengetahui ke mana ia akan menuju. Berpergian tanpa tujuan akan seperti orang linglung, tidak menentu ke mana ia harus melangkah kaki. Apakah belum sampai tujuan, tersesat jalan, atau telah sampai tujuan, tidak diketahui, karena memang tujuan kepergiannya tidak jelas.2 Dari kesemuanya itu merupakan tujuan yang diharapkan oleh kita semua, baik tujuan dari pemerintah maupun dari tujuan kita sendiri yang dicapai. Dalam mewujudkan manusia indonesia seutuhnya yang mempunyai kualitas dan juga menghasilkan pemuda bangsa yang kreatif dan peka terhadap permasalahanpermasalahan yang terjadi pada karakter anak dimasa mengenyam pendidikan di sekolah menengah maupun sekolah tingkat selanjutnya sampai pada tingkat tinggi nantinya. Sebagaimana masa sekolah lanjutan tingkat Pertama siswa mengalamai masa-masa transisi dan perubahan dari masa kemasa dimana mereka mengenyam pendidikan sekolah dasar sampai pada Perguruan Tinggi, sebagaimana juga permasalahan ini muncul di kelas maupun segolongan masyarakat. Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk membentuk kepribadian anak dan membentuk jiwa anak yang sesuai dengan susila. Pentingnya pendidikan agama dilaksanakan dalam lingkungan keluarga. Pendidikan agama disini dimaksudkan bukan hanya dalam bentuk ritus dan formalitas, tapi harus dilihat dari tujuan dan makna haqiqi-nya, yaitu upaya mendekatkan (taqarrub) kepada Allah dan membangun budi pekerti yang sesama manusia (akhlak karimah). Sebab itu perlu ditekankan pada pendidikan bukan pengajaran , dapat
Tag Favorit :
244. Penerapan Teknik Simulasi Sebagai Motivasi Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Problem Anak, Studi Kasus Di SMK PGRI Turen Malang adalah yang barusan kamu baca.
PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA,
+GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI
,

Belum ada Komentar untuk "244. Penerapan Teknik Simulasi Sebagai Motivasi Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Problem Anak, Studi Kasus Di SMK PGRI Turen Malang"
Posting Komentar