85. Pengaruh Frekuensi Dan Konsentrasi Penyiraman Air Limbah Pembuatan Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi
Setiap penyelenggaraan kegiatan industri hampir selalu ada limbah. Air limbah pembuatan tahu yang berupa cairan dapat digunakan sebagai bahan penggumpalan sari kedelai dalam pembuatan tahu selanjutnya. Selain itu dapat dimanfaatkan untuk beberapa macam keperluan diantaranya minuman ternak, pakan ikan, pupuk tanaman dan jamur. Air limbah pembuatan tahu juga dapat memberikan nutrisi bagi tanah serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dalam pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L).
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri atas 2 faktor yaitu faktor pertama air limbah tahu dengan konsentrasi (K) 25%, 50%, 75%, 100% dan air sumur sebagai kontrol. Faktor kedua yaitu frekuensi (F) penyiraman yang dilakukan setiap hari, 1 minggu sekali, dan 2 minggu sekali dengan air limbah pembuatan tahu. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiraman dengan air limbah pembuatan tahu terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) berbeda nyata atau berpengaruh pada semua parameter pertumbuhan vegetatif yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, kadar klorofil, dan luas daun pada umur 50 HST (saat panen). Dalam penelitian ini, konsentrasi air limbah tahu yang efektif untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah konsentrasi 25% dan penyiraman terbaik adalah 1 minggu sekali.
Tag Favorit :
85. Pengaruh Frekuensi Dan Konsentrasi Penyiraman Air Limbah Pembuatan Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi adalah yang barusan kamu baca.
PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA,
+GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI
,

Belum ada Komentar untuk "85. Pengaruh Frekuensi Dan Konsentrasi Penyiraman Air Limbah Pembuatan Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi"
Posting Komentar