556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan suatu bangsa dapat dinilai melalui perubahan-perubahan yang terjadi dimasyarakat, perubahan ini tentunya haruslah perubahan yang lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan tehnologi. Maka diperlukan Sumber daya manusia yang mampu menghadapi dan menjawab tantangan yang ada, kualitas sumber daya manusia tentunya diperoleh melalui suatu pendidikan yang bemutu dan dapat mengantarkan manusia-manusia menjadi pintar, sadar dan bermoral. “Pedidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”1. Dalam Undang-Undang Sikdiknas juga disebutkan fungsi pendidikan nasional sebagai berikut: Pedidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan adalah belajar, dalam pendidikan formal maupun nonformal, belajar adalah kunci yang paling vital dan kegiatan yang paling pokok, sehingga tidak salah kiranya jika dikatakan oleh Syah bahwa “tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan” . Kita sering mengucapkan kata belajar dalam kehidupan sehari-hari. Belajar sering dikonotasikan sebagai kegiatan siswa mendengarkan penjelasan guru dikelas atau jika siswa menghadap buku lama. Djamarah mendefinisikan belajar sebagai “serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, apektif, dan psikomotor”4 Dengan belajar, pengetahuan menjadi bertambah dan mengakibatkan perubahan pada tingkah lakunya namun tidak semua perubahan tingkah laku disebabkan oleh belajar, Ahmadi dan Ruprioyono mengungkapkan bahwa “perubahan dalam belajar haruslah terjadi secara sadar bersifat fungsional, bersifat positif dan aktif, tidak bersifat sementara, bertujuan atau terarah dan mencakup semua aspek tingkah”. Belajar merupakan proses, dengan belajar manusia mengalami perubahan-perubahan sehingga tingkah lakunya berkembang. Aktivitas yang dilakukan individu adalah hasil dari belajar bahkan kita menjalani kehidupan inipun menurut apa yang kita pelajari. Sebagai suatu proses, belajar senantiasa akan dilakukan oleh individu, tidak akan pernah berhenti dan berlangsung secara aktif. Dalam dunia pendidikan perubahan yang dimaksud menyangkup tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Namun dari aspek tersebut yang banyak dapat perhatian adalah aspek kognitif yang ditandai dengan bertambahnya pengetahuan pada siswa. Siswa yang tidak mengetahui tentang masalah inflasi setelah melalui proses belajar mata pelajaran ekonomi, maka bertambah pengetahuannya tentang ekonomi terutama tentang masalah inflasi. Siswa yang semula tidak mengerti menjadi mengerti, yang tidak paham menjadi paham. Ini mengidentifikasikan siswa tersebut telah berhasil menguasai pelajaran yang diajarkan sehingga ia berhasil dan berprestasi dalam mata pelajaran tersebut. Prestasi merupakan lambang penting pada diri siswa dan untuk menumbuhkan langkah selanjutnya dimasa-masa yang akan datang untuk itu siswa berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh prestasi, kenyataan yang terjadi sering tidak sesuai dengan yang diharapkan dimana hasil belajar siswa belum tentu dapat dicapai dengan baik. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menentukan keberhasilan belajar siswa, meliputi faktor dari dalam siswa atau faktor internal dan faktor dari luar diri siswa atau faktor eksternal. Suatu kenyataan dalam dunia pendidikan bahwa tujuan yang diinginkan tidak dapat dicapai secara menyuluruh dalam arti subyek pendidikan yaitu siswa dalam suatu sekolah, misalnya dalam secara keseluruhannya tidak dapat mencapai prestasi belajar yang baik seperti yang diharapkan sebelumnya hal ini bisa diketahui melalui nilai yang diperoleh siswa pada masing-masing studi yang diterimanya.
File Selengkapnya.....

Tag Favorit :

556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar 556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar 556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar 556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar

Belum ada Komentar untuk "556. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel