ABSTRAK Banyaknya pengangguran yang ada di tengah-tengah masyarakat adalah dampak dari tidak relevannya dunia pendidikan dengan lapangan kerja. Pembelajaran cenderung sangat teoritik dan tidak terikat dengan lingkungan di mana anak berada. Akibatnya peserta didik tidak mampu menerapkan apa yang dipelajari disekolah/ di pesantren guna memecahkan masalah kehidupan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan seakan mencabut peserta didik dari lingkungannya sehingga menjadi asing di masyarakat sendiri. Agar santri/ Pesarta didik bisa memainkan peranannya di tengah-tengah masyarakat yakni berdakwah dan mampu hidup mandir, maka perlu adanya pendidikan life skill pada santri. Berangkat dari latar belakang itulah penulis berkeinginan membahasnya dalam sekripsi dengan mengambil judul Pendidikan Life Skill Di Pondok Pesantren Babussalam kecamatan Pagelaran sebagai upaya mempersiapkan santri terjun ke Masyarakat. Upaya pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran life skill di Pondok pesantren Babussalamdan dan juga untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat selama pelaksanaan pembelajaran life skill dilakukan. Pendeakatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya dengan Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa datanya dengan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini diketahui bahwa: Pertama, pondok pesantren Babussalam menggunakan model diskrit dalam implementasi kurikulumnya, implementasi pendidikan life skill dipisahkan dan dilepaskan dari programprogram kurikuler, kurikulum reguler, dan atau mata pelajaran (pembelajaran kurikuler). Pelaksanaannya berupa pengembangan program life skill yang dikemas dan disajikan secara khusus kepada peserta didik dan Penyajiannya berbentuk program ekstrakurikuler. Kedua, Strategi pembelajarannya menggunakan Pembelajaran berbasis kerja yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan konteks tempat kerja, dan membahas penerapan konsep mata pelajaran di lapangan. Ketiga, faktor pendukung pelaksanan pembelajaran life skill di pondok pesantren Babussalam adalah minat dan bakat santri, serta fasilitas peralatan yang lengkap. Sementara faktor penghambatnya adalah jam belajar yang kurang, gedung terbatas, serta permodalan dan pemasaran.
Tag Favorit :
592. Pendidikan Life Skill Di Pondok Pesantren Babussalam Kecamatan Pagelaran Sebagai Upaya Mempersiapkan Santri Terjun Ke Masyarakat adalah yang barusan kamu baca.
PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA,
+GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI
,
Belum ada Komentar untuk "592. Pendidikan Life Skill Di Pondok Pesantren Babussalam Kecamatan Pagelaran Sebagai Upaya Mempersiapkan Santri Terjun Ke Masyarakat"
Posting Komentar