918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran di  Pondok Pesantren Takwinul  Muballighin,  mulai  dari  perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran.
Metode  penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  deskriptif  kualitatif. Subjek  penelitian adalah ustad  pendiri,  ustad  pengelola,  dan  santri.  Objek penelitian ini adalah manajemen pembelajaran Pondok Pesantrean Takwinul Muballighin  Yogyakarta.  Adapun  metode  pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa data deskriptif kualitatif model interaktif dari Milles dan Michael Huberman yang terdiri dari tiga jalur kegiatan bersamaan yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian tentang manajemen pembelajaran di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta menunjukkan bahwa; 1) perencanaan pembelajaran secara prinsip dilengkapi silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tetapi belum didokumentasikan;  Pondok Pesantren Takwinul Muballighin  merupakan   jenis  pendidikan  keagamaan   yang  diselenggarakan melalui jalur  pendidikan  nonformal,  sehingga  silabus  dan  RPP  tidak  harus mengacu pendidikan formal; Perencanaan pembelajaran dibuat oleh ustad pendiri tanpa  melibatkan  staf  pengajar,  pengelola  dan belum  mengalami  perubahan sampai saat ini; 2) pelaksanaan proses belajar mengajar dilaksanakan setiap hari Senin-Sabtu malam jam 20.00-21.30 dan waktu pagi jam 05.00-06.30, dimulai dengan pembukaan atau salam, ustad menyampaikan materi pelajaran yang menggunakan media pembelajaran seperti LCD, white board, spidol, dan makalah yang dibagikan kepada santri. Metode penyampaian materi memakai ceramah, demonstrasi, dan diakhiri dengan tanya jawab. Ustad menutup proses belajar mengajar dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup; 3) Evaluasi pembelajaran menggunakan evaluasi formatif yaitu penilaian berupa tes yang dilakukan setelah satu pokok bahasan selesai dipelajari peserta didik dan evaluasi sumatif yaitu penilaian berupa tes yang dilaksanakan setelah proses belajar mengajar selesai dalam jangka waktu tertentu yaitu satu semester. Contohnya untuk menjadi da’i, ada latihan ceramah yang akan dievaluasi secara formatif setelah latihan selesai dan evaluasi sumatif dilakukan dengan melihat penampilan santri secara langsung menyampaikan dakwah Islam ke masyarakat setelah semester selesai.

Kata kunci: Pondok pesantren, Pembelajaran, dan Manajemen.

File Selengkapnya.....


Tag Favorit :

918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta 918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta 918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta 918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta

Belum ada Komentar untuk "918. Manajemen Pembelajaran Di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel