Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa

ABSTRAK

Kesulitan tidur atau insomnia adalah keluhan tentang kurangnya kualitas tidur
yang disebabkan oleh satu dari; sulit memasuki tidur, sering terbangun malam
kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak
nyenyak. Insomnia tidak disebabkan oleh sedikitnya seseorang tidur, karena setiap
orang memiliki jumlah jam tidur sendiri-sendiri. Tapi yang menjadi penekanan adalah
akibat yang ditimbulkan oleh kurangnya tidur pada malam hari seperti kelelahan,
kurang gairah, dan kesulitan berkonsentrasi ketika beraktivitas
Treatment yang sering dilakukan untuk mengurangi insomnia umumnya
dilakukan dengan memakai obat tidur. Namun pemakaian yang berlebihan membawa
efek samping kecanduan, bila overdosis dapat membahayakan pemakainnya. Dalam
literatur psikologi salah satu terapi perilaku (behavior therapy) adalah terapi relaksasi
Terapi ini sudah banyak digunakan baik untuk penurunan ketegangan, atau mencapai
kondisi tenang.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode relaksasi dapat
mengurangi gangguan insomnia. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah
“ada pengaruh pelatihan relaksasi untuk mengatasi gangguan insomnia pada mahasiswa
UMS”. Artinya mahasiswa yang telah mendapatkan perlakuan selama penelitian akan
mengalami suatu peningkatan yaitu dapat mengatasi gangguan insomnia.
Subjek penelitian berjumlah 10 orang, metode pengumpulan data menggunakan
skala insomnia dan pelatihan relaksasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
yaitu memberikan treatment berupa pretest dan postetes kepada subjek penelitian.
Hasil analisis menggunakan t-test diperoleh nilai t sebesar 3,531 dengan
p < 0,05. Hasil ini berarti ada perbedaan yang signifikan insomnia sebelum pelatihan dengan setelah pelatihan, dimana rerata sebelum pelatihan sebesar 199,00 dan sesudah pelatihan sebesar 157,80. Dengan demikian insomnia setelah pelatihan relaksasi lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pelatihan relaksasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui rerata empirik insomnia sebelum pelatihan relaksasi sebesar 190,00 dan rerata hipotetik sebesar 147. Dengan demikian subjek sebelum pelatihan relaksasi memiliki insomnia tergolong tinggi. Setelah melakukan pelatihan relaksasi diperoleh rerata empirik 157,80. Berarti setelah melakukan pelatihan relaksasi subjek penelitian memiliki gangguan insomnia tergolong sedang. Hal ini menunjukkan ada penurunan gangguan insomnia antara sebelum pelatihan relaksasi dengan setelah pelatihan relaksasi. File Selengkapnya.....

Tag Favorit :

Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa

Belum ada Komentar untuk "Pengaruh Pelatihan Relaksasi Untuk Mengatasi Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel