272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA PARAMETER CAIRAN TUBUH YANG DIUKUR DENGAN BIO IMPEDANCE ANALYSIS DENGAN KUALITAS  HIDUP  YANG DIUKUR DENGAN SF-36  PADA PASIEN HEMODIALISIS  REGULER

Alwi T Nst, TC Sukendar
Divisi Nefrologi dan Hpertensi Departemen Penyakit Dalam Fak. Kedokteran
Universitas Sumatera Utara/ RSUD Dr. Pirngadi/RSUP H Adam Malik Medan
Latar belakang: Pasien penyakit ginjal tahap akhir baik sebelum dan sesudah  dilakuakan terapi hemodialisis cenderung mengalami fluktuasi volume cairan  tubuh. Oleh karena itu mempertahankan sirkulasi volume darah yang efektif dan  optimal sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi sirkulasi. Perkiraan berat  badan kering mempunyai arti klinik terhadap komplikasi sirkulasi selama dan  setelah terapi hemodialisis. Kelebihan volume akan menyebabkan hipertensi,  odema pulmonum, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kegawat daruratan  hemodialisis, dan meningkatkan risiko dilatasi dan hipertropi jantung. Sementara  hipovolemia meyebabkan hipotensi,  pusing, kram otot, gangguan gastrointestinal,  tinitus dan kollaps sirkulasi yang dapat menyebabkan penghentian prosedur  hemodialisis. Hal ini akan  mempengaruhi kualitas hidup dan meningkatkan angka  morbiditas dan mortalitas pasien hemodialisis.  
Tujuan: Menilai hubungan antara parameter volume cairan tubuh (dengan  memakai Maltron BioScan 916) dengan kualitas hidup (dengan SF36) pasien yang  menjalani hemodialisis reguler.  
Metode: Penelitian dilakukan pada 44 pasien hemodialisis regular (HD>3 bulan,  frekuensi 2-3/minggu) di Unit Hemodialisis Klinik Rasyida Medan. Keseluruhan  pasien dilakukan: pemeriksaan Bio Impedance Analysis untuk menilai parameter  volume cairan tubuh, pengisian kuesioner SF36 (menilai kualitas hidup), dan  parameter bokimia (Hb, Albumin, dan  marker inflamasi (HsCRP)..
Hasil: Dari 44 penderita hemodialisis reguler, terdiri dari 26 (59,1%) orang laki-laki  dan 18 (40,9% orang perempuan dengan umur rata-rata 54,9±10,5 tahun. Lama  penderita menjalani hemodialisis 33,2±39,4 bulan. Nilai rata-rata parameter  biokimia yaitu hemoglobin 9,6±1,9, albumin 3,8±0,5 dan Hs CRP 1,7±4,4.  Parameter BIA yang digunakan  untuk menilai status volume cairan tubuh adalah;
Total Body Water (TBW),  Extracellular Water (ECW), Intracellular Water (ICW),  TBW (%), ECW/TBW (%), ICW/TBW (%), ECW/ICW (%), Dry Wight (kg) dan Total  Bodi Potassium (TBK) dengan nilai rata-rata TBW 32,7±6,3 ECW 16,8±4,4 ICW  15,9±3,9 TBW (%) 57,1±5,6 ECW/TBW (%) 51,3±8,5 ICW/TBW (%) 48,7±8,6
ECW/ICW 1,1±0,5, dry wight 54,7±11,6 dan TBK 10,5,3±20,5.  Kualitas hidup  penderita hemodialisis reguler yang diukur dengan SF36 rata-rata nilai skor   kesehatan fisik  43,8±14,7, kesehatan mental 51.9±15,2. Hubungan korelasi yang  positif didapatkan antara TBW, ICW, ICW/TBW, TBK, dan dry weight dengan  dimensi kesehatan fisik dan mental. ECW/ICW berkorelasi positif hanya dengan  dimensi kesehatan mental. Korelasi negatif adalah antara ECW/TBW dengan  dimensi kesehatan fisik dan mental. Tidak ada korelasi antara ECW dengan dimensi kesehatan fisik dan mental.
Kesimpulan: Pada penelitian ini didapati ubungan korelasi yang positif antara  TBW, ICW, ICW/TBW, TBK, dan dry weight dengan dimensi kesehatan fisik dan  mental.  

Kata kunci: Parameter volume cairan tubuh, Bioimpedance Analysis (BIA), Kulitas  hidup (SF36), Hemodialisis.
File Selengkapnya.....



Tag Favorit :

272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh adalah yang barusan kamu baca.

PESAN SEKARANG Kumpulan Contoh Skripsi/Tesis bisa Request Sesuai Topik Judul yang di Butuhkan Caranya silahkan chat WA, +GRATIS BANTUAN TEKNIS KONSULTASI DAN BIMBINGAN GARANSI LOLOS CEK PLAGIASI ,

272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh 272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh 272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh 272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh

Belum ada Komentar untuk "272.Hubungan Antara Parameter Cairan Tubuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel